Tips Cara Mengatasi Monopouse

By | September 13, 2016

cara mengatasi monopouse

Menopouse merupakan satu fase alami  pada seorang wanita yang tidak mungkin dapat dihindari. Semua wanita pasti akan mengalami fase menopouse. Menopouse adalah tanda seorang wanita sudah tidak produktif lagi. Salah satu tandanya adalah berhentinya menstruasi. Biasanya disertai gejala yang tidak nyaman. Cara mengatasi menopouse yang tidak nyaman sering dibahas di berbagai web kesehatan yang berisi sharing pengalaman dan juga tips dari ahlinya langsung.

Monopose pada wanita yang sudah tidak muda lagi disebabkan oleh indung telur yang sudah tidak memproduksi hormon estrogen dan progesteron. Kedua hormon yang saling berkaitan ini memiliki peran pada siklus menstruasi seorang wanita.

Artikel lain : Penyebab monopouse

Hormon estrogen merupakan hormon seks wanita yang diproduksi pada saat remaja hingga usia tua. Hormon ini berkaitan erat dengan tingkat kesuburan seorang wanita. Apabila hormon ini tidak lagi diproduksi maka seorang wanita sudah tidak subur lagi. Umunya wanita pada usia 40 tahun sudah mulai mengalami fenomena menopouse. Gejala menopouse yang dapat dikenali sebagai berikut, akan muncul perasaan tidak nyaman, badan terasa panas.

Munculnya perubahan pada kulit, rambut dan pencernaan. Gejala seperti ini membuat wanita tidak nyaman. Cara mengatasi menopouse seperti ini antara lain, dengan menggunakan beberapa tindakan medis seperti terapi hormon. Terapi ini bukan untuk menghentikan proses menopouse, namun untuk mengurangi perasaan panas pada saat wanita mulai mengalami menopouse.

Terapi hormon dilakukan dengan memberikan sedikit obat yang mengandung hormon estrogen dengan dosis rendah. Tujuan lain dari terapi hormon ini adalah untuk membantu mengataso tulang yang mulai keropos.

Cara mengatasi menopouse dengan terapi medis berikutnya adalah dengan pemberian baginal estrogen. Obat ini berbentuk krim yang cara pemberiannya langsung ke vagina. Tujuan pemberian obat ini adalah mengurangi kekeringan pada vagina akibat tidak diproduksinya hormon estrogen oleh indung telur. Obat ini juga dapat mengatasi masalah saat buang air kecil.

READ  Adakah Efek Samping Moment Teragen Bagi Tubuh ?

Terapi medis berikutnya untuk mengatasi gejala menopouse adalah dengan menggunakan obat anti depresi dosis rendah. Obat ini dapat membantu meringankan gejala panas pada vagina. Selain baik untuk mengurangi sensasi panas pada vagina, obat ini baik juga sebagai mood booster pada wanita yang mengalami gejala menopouse. Sebab gejala wanita yang menopouse adalah mood yang buruk. Obat ini sangat sesuai untuk wanita yang mengalami mood yang buruk menjelang menopouse.

Sebab, biasanya wanita yang akan menopouse moodnya sangat buruk dan sedikit mudah depresi, sehingga obat ini sangat sesuai untuk meringankan gejala tersebut. Namun harus tetap dengan resep dokter. Apabila tanpa resep dokter dikhawatirkan akan menimbulkan efek samping yang justru tidak diinginkan. Obat ini di apotek tidak dijual bebas, sebab dikhawatirkan jika dijual bebas akan disalahgunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Terapi medis untuk mengatasi menopouse berikutnya adalah dengan gabapentin. Obat ini sebetulnya untuk obat kejang-kejang. Namun demikian indikasi obat ini juga bisa untuk mengurangi perasaan panas pada vagina. Golongan obat ini cukup baik bagi wanita yang akan menopouse dengan komplikasi migrain. Sebab, wanita dengan riwayat penyakit migrain tidak dapat menerima terapi hormon.

Cara mengatasi menopouse berikutnya dengan menggunakan obat osteoporosis. Sebab gejala ini cukup sering dialami wanita jelang menopouse. Keluhan ini sering dikeluhkan pasien sehingga resep obat ini menjadi salah satu obat alternatif mengatasi menopouse. Beberapa tindakan medis diatas tidak menghentikan atau menunda terjadinya menopouse, namun mampu meringankan gejala menopouse.