Cara Mengatasi Depresi yang Bisa Anda Lakukan

By | September 7, 2016

Cara mengatasi depresi

Kita cukup sering mendengar istilah depresi. Namun apakah kita paham betul apa itu depresi?. Depresi tidak sama dengan gila. Depresi adalah kondisi dimana seseorang merasakan kesedihan berkepanjangan serta kehilangan minat untuk beraktivitas. Hilangnya minat ini bukan hanya pada aktivitas rutin yang bersifat wajib seperti sekolah dan kerja, tapi juga hobi. Lalu bagaimana cara mengatasi depresi?.

Sebelum membicarakan cara mengatasinya, kita lebih dulu perlu mengetahui penyebab depresi. Mengetahui penyebab menuntun kita pada pilihan penanganannya. Depresi dapat disebabkan oleh tiga hal yaitu stress, kondisi lingkungan sekitar yang tidak sesuai dengan pilihan hidup kita dan yang terkahir faktor genetik.

Stress seringkali menjadi penyebab depresi non permanen. Beban kerja atau permasalahan yang berat dapat membuat seseorang mengalami depresi. Lingkungan hidup yang tidak sesuai dengan kita juga bisa menjadi pemicu stress. Dua hal ini saling berkaitan. Mencari lingkungan yang tepat dan cocok untuk kesehatan mental juga hal yang penting.

Sementara faktor genetik adalah salah satu penyebab depresi klinis yang sifatnya permanen. Artinya, seseorang dengan keluarga yang memiliki riwayat depresi memiliki 50 persen kemungkinan mengidap depresi klinis. Mengetahui penyebab depresi berkaitan dengan pilihan cara mengatasi depresi yang tepat.

Cara Mengatasi Depresi Yang Efektif

Sekarang mari kita bahas cara mengatasi depresi. Pertama, anda perlu menyadari bahwa depresi bukan kegilaan. Dengan menyadari itu anda akan terbebas dari perasaan malu untuk mencari pertolongan atau solusi. Kedua, luangkanlah waktu untuk sharing dengan teman tentang masalah yang anda hadapi.

Memendam masalah hanya akan membuat anda makin larut dalam kebingungan dan kesedihan. Stress seringkali terjadi karena seseorang enggan atau merasa malu untuk berbagi masalah. Hilangkan perasaan enggan dan malu untuk sharing karena semua orang di planet ini memiliki masalah, bukan hanya anda.

READ  Manfaat Ikan Laut Yang Tidak Anda Ketahui

Ketiga, bila memiliki riwayat depresi dalam keluarga ada baiknya anda meminta pertolongan ahli. Ingat, depresi tidak sama dengan gila jadi anda tidak perlu malu. Pertolongan ahli bukan hanya untuk yang menderita depresi klinis. Siapapun yang merasa tidak nyaman bercerita pada teman, pasangan, atau keluarga bisa meminta bantuan ahli.

Sekali lagi, jangan malu. Saat ini depresi juga menjadi kajian dalam ilmu neurosains. Depresi tidak lagi dilihat hanya dari sisi psikologis yang abstrak namun juga dikaji dari sisi yang lebih konkrit melalui neurosains. Dalam neurosains dikaji secara detail bagaimana struktur otak orang yang mengalami depresi. Penderita depresi dapat melalukan tes fMRI (functional Magnetic Resonance Imaging) untuk mengetahui di bagian mana saja dari otak yang mengalami penurunan fungsi ketika depresi mereka kambuh.

Menurut kajian neurosains tentang depresi, ada ketidakseimbangan kimia di otak orang yang menderita depresi. Selain itu bagian otak yang disebut Hippocampus mengecil pada orang yang mengalami depresi. Mengecilnya ukuran hippocampus ini lah yang bisa dideteksi melalui fMRI.

Perkembangan bidang neurosains ini disambut gembira oleh banyak pihak karena dapat menjadi dasar pengambilan tindakan yang tepat dalam penanganan gangguan psikologis. Tidak hanya depresi, namun juga gangguan psikologis lain.

Temuan tentang perbedaan struktur dan fungsi otak pada penderita depresi diharapkan dapat menjadi rujukan yang tepat bagi para ahli. Depresi tidak bisa lagi dilihat sebagai ganguan psikologis yang abstrak semata dengan penanganan mental tapi juga dapat ditangani secara klinis. Sangat bermanfaat bagi dunia medis. Hal ini memberikan kontribusi bagus tentang cara mengatasi depresi.